Kamis, 11 Desember 2008

Hidup adalah sebuah pilihan. Kita Bebas untuk memilih kemana kita akan melangkah, tapi tak banyak orang yang siap dan bisa untuk memilih.

Sukses is my life, sukses adalah hak saya. Tidak ada satu orang pun yang boleh merebutnya dari pangkuan saya. (Andrie Wongso)

-----------------------------------||------------------------------------------------




SELAMAT DATANG DI APICOMPANY DAN SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


Eko Widodo

Bangkitlah Anak-anak Muda Indonesia

Berilah Aku 7 Pemuda

Berilah aku tujuh pemuda, aku akan ubah dunia.
Kalimat sakti ini keluar dari Pemimpin Revolusi Indonesia, Soekarno,
yang juga Presiden Pertama RI.

Berilah aku tujuh pemuda, menggambarkan format kalimat kedahsyatan
perubahan yang dapat dilakukan oleh orang-orang muda, dalam bidang
apapun, baik itu bidang politik, sosial budaya, maupun ekonomi.

Hari ini kami mengajak Anda, anak-anak muda untuk meningkatkan
entrepreneurship dan daya juang kewirausahaannya. Dan seperti sebuah
pusaran, semakin hari pusaran kesadaran kewirausahaan itu semakin
besar, semakin besar, semakin membanggakan. Kini semua orang semakin
peduli dengan kewirausahaan. Karena disadari atau tidak, kewirausahaan
adalah pintu Indonesia menuju sejahtera.

Pintu masuk bagi kesejahteraan, karena Indonesia memiliki banyak hal
: kekayaan alam dengan aneka bahan baku yang tersedia, sumber daya
manusia yang tidak bodoh-bodoh amat, hingga pasar yang luar biasa besar.

Asal Anda tahu, tahun 2009 pasar domestik Indonesia yang jumlahnya
sangat besar menjadi ajang keroyokan produk dari berbagai negara.

Sebagai bangsa, selama ini kita lalai untuk membangun semangat dan
kesadaran kewirausahaan. Akibatnya mentalitas kita mentalitas yg tidak
memiliki daya juang. Lebih suka mengekspor bahan-bahan mentah ke
negara lain, anehnya kita mengimpor produk-produk jadi yang bahannya
dari negara kita. Pejabat-pejabat kita juga banyak yg anasionalis
dengan membiarkan barang2 impor membanjiri pasar domestik, sengaja
melonggarkan aturan demi keuntungan pribadi, atau bahkan melacurkan
kepentingan negara dan bangsa untuk kesejahteraannya sendiri.

Hari ini ini kita membulatkan tekad untuk menjadi pebisnis yg terus
berjaya melalui komunitas TDA, dengan mengasah, berbagi pengalaman,
sharing. Atau apapun. Gratis.

Selama ini kita kehilangan satu mata rantai yang sangat penting yang
seharusnya tumbuh dan ditumbuhkan. Kita kehilangan kesempatan atau
tepatnya kehilangan kesempatan menjadi pebisnis setara dg teman2
lainnya karena minimnya akses, rendahnya entrepreneurship skill,dan
banyak sebab lainnya. Karenanya kita berhimpun di komunitas TDA untuk
saling belajar.

Kita tidak ingin kewirausahaan bangsa mati suri. Karenanya kita harus
mampu membuat gerakan transformasi bisnis yang enjoy dan
menyenangkan, dengan berkumpul di forum ini. Terutama anda, anak-anak
muda!

Seperti kata Bung Karno, berilah aku tujuh pemuda, aku akan ubah
dunia. Pemudalah yang harus mengambil inisiatif untuk berubah!

Di dunia sana, ada anak-anak muda, berusia belia, mengambil peran bagi
perubahan sejarah dunia. Seperti yang dilansir Business Week di
business online.com, ada 5 anak- anak muda yang memiliki kemampuan
kewirausahaan yang tinggi, dan ia akan menorehkan namanya dalam
sejarah dunia (berdasarkan survey pembaca Business Week).
Mereka adalah, Pertama, Mark Zuckerberg, Pendiri Facebook
(www.facebook. com) dari California, USA. Pada umur 21, semasih menjadi
mahasiswa di Universitas Harvard ia telah membuat social-networking
berbasis internet, Facebook, dengan penghasilan lebih dari US$ 13
juta, dan kekayaannya terus bertambah karenanya.

Kedua, Nancy Montano, California, pendiri usaha pembersih lingkungan
yang murah. Sejak umur 22 tahun, Montano, yang baru lulus perguruan
tinggi melaunching Los Angeles Pumping, Usaha untuk memindahkan
sampah suatu perusahaan. Pendapatan Los Angeles Pumping's meningkat
dari US$25.000 menjadi US$125.000 dalam jangka waktu setahun. Dan
memasuki tahun kedua Montano sudah dapat menikmati pendapatan mencapai
US$1 juta.

Ketiga, Joanna Alberti (www.sophiesphiloso phies.com) , dari Boston,
USA. Saat berumur 21 tahun, begitu lulus dari Universitas Boston,
Joanna Alberti menggambar
karikatur pertamanya, Sophie. Karikatur Sophie ini kemudian
dikembangkan menjadi berbagai produk merchandise dan karikatur yang
memiliki karakter dan trade mark kuat sehingga produknya dibeli oleh
seantero masyarakat Amerika.

Keempat, David Hauser (23) dan Siamak Taghaddos (24). Miliarder yang
masih belia ini mengawali usahanya ketika masih SMA dengan usaha
GotVMail Communications, yaitu usaha yang menawarkan kepada pemilik
usaha skala UKM agar terlihat profesional seperti halnya
perusahaan-perusaha an besar. Jasa yang ditawarkan mulai dari US$10
per bulan/perusahaan dan menawarkan bidang pilihan, mencakup
berbagai voice-mail, panggilan dan email yang disampaikan dalam bentuk
pesan ketelepon MP3. Gotvmail yang didirikannya telah menjadi
perusahaan yang sangat menguntungkan sejak bulan keduannya, dan
pendapatan tahunannya saat ini US$5 juta.

Kelima, Anand Chhatpar (24), Madison, Wisconsin, USA, pendiri
BrainReactions, sebuah lembaga yang secara khusus membuat prototip
berbagai kreativitas bagi para profesional brainstormers untuk
menciptakan inovasi-inovasi baru serta menciptakan produksi-produksi
baru sesuai dengan segmen baru, maupun upaya untuk meningkatan
pelayanan pelanggan.

Berilah aku tujuh pemuda !. Tidak!. Aku (Indonesia) akan memberikan
sejuta pemuda, karena aku (Indonesia) memiliki berjuta-juta pemuda
yang mampu mengubah dunia.

Dan, berkobarlah semangat TDA, Semangat Tangan Diatas. Semangat
memberi, tebarkan karya dan kebaikan. Setelah itu lupakan !.

Isdiyanto

Empati : By Andi F Noya

Smoga bermanfaat,

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji
di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.
Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas
karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap
melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada
yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula
yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.